Hadiah Untuk Yang Belajar Membaca Al-Qur'an

Hadiah Untuk Yang Belajar Membaca Alqur'an di Masjid Baitussalam



Peserta Program Belajar Mengaji
Program belajar membaca Al-Qur'an yang diadakan oleh takmir masjid Baitussalam, kini semakin banyak peminatnya, dimuali sekitar sebulan yang lalu, program ini mendapat respons yang sangat bagus dari Ibu-ibu peserta program ini, ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah peserta, yang semula hanya berjumlah 5 orang, sekarang bertambah menjadi 15 orang. 

Bertambahnya jumlah peserta ini, tidak lain karena, segenap jajran pengurus Takmir, terutama bidang pendidikan dan dakwah, telah bekerja secara maksimal, di samping itu tingkat partisipasi masyarakat juga cukup bagus, dengan menggunakan metode pendekatan yang unik, ternyata cukup ampuh untuk menarik minat para calon peserta.

Sebagai upaya untuk menarik minat para calon peserta, melalui rapat koordinasi antar Ketua, penasehat dan segenap seksi bidang pendidikan dan dakwah, akhirnya ketua takmir memutuskan, bahwa peserta yang ikut dalam program ini akan diberangkatkan wisata religi, ke salah satu Masjid Agung di Jawa Tengah, wisata religi sendiri rencananya akan dilaksanakan setelah ramadhan, atau tepatnya di bulan syawwal, "Insya Allah, para peserta program ini akan difasilitasi Bis, untuk mengangkut mereka menuju salah satu masjid yang ada di Jawa Tengah, pilihannya kalau tidak ke semarang ya ke solo", ujar Ketua Takmir.





Selain, Wisata Religi gratis, takmir juga menyediakan hadiah berupa uang tunai kepada para peserta yang bisa membaca Al-Qur'an, "Hadiah ini khusus diberikan kepada peserta yang awalnya belum bisa membaca Al-Qur'an, kemudian setelah mengikuti program ini, mereka bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar", tambah sang ketua, menurutnya hadiah ini diperuntukan bagi semua peserta yang bisa membaca Al-Qur'an. 



Read More

Tadarus Remaja Putri

Tadarus Remaja Putri Masjid Baitussalam



Kalau tidak ngaji, ya.. nonton TV. Ini hanya ungkapan kegelisahan saja, diakui atau tidak, TV sudah menjadi "makanan pokok", bagi semua kalangan, anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua, hampir semuanya kecanduan dengan alat yang satu ini. Sekalipun ada tontonan yang bernilai positif, tetapi tidak sedikit acara-acara yang tidak layak untuk ditonton, tetapi malah menjadi "menu" sehari-hari. 

Kegelisahan inilah yang menjadi salah satu alasan dari takmir Masjid Baitussalam, untuk mengadakan kegiatan yang diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif dari tayangan televisi yang tidak patut untuk di tonton. Kegiatan yang dimaksud adalah tadarus remaja putri, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang aqidah, akhlaq dan lain-lain, sebab selain membaca Al-Qur'an secara bergantian, acara ini pun dibumbui dengan materi-materi tentang keislaman. Harapannya, dengan bekal pengetahuan ini, menjadi tameng, terhadap informasi-informasi yang bernilai negatif, yang sewaktu-waktu dapat merusak masa-masa remajanya. 




Acara perdana tadarus remaja putri ini, diadakan pada, Jum'at (11/4/2014), di ruangan Masjid Baitussalam, cokrokonteng, sidoarum, godean, sleman. dari 10 undangan yang tersebar, 8 orang hadir dan termasuk di dalamnya adalah sang pembina, Mbak Ruli. "Pada pertemuan perdana, baru tadarus bersama, belum ada kajiannya, karena sebelum tadarus, ada sesi perkenalan dulu", Ujarnya. "Supaya anak-anak enjoy dulu, baru setelah nanti sudah merasa konek, kita isi dengan kajian". Imbuhnya.

Agenda ini dilaksanakan setiap sepekan sekali, yaitu pada hari jum'at, setiap ba'da maghrib sampai isya', "Jika dimuali setelah shalat isya' khawatir nanti selesainya agak kemalaman, mereka masih remaja, putri lagi", ungkap Ketua Takmir. "Lagi pula, supaya setelah shalat isya' mereka bisa belajar pelajaran sekolah yang memang harus mereka persiapkan", pungkasnya.


Read More

Belajar Mengaji

Program Belajar Mengaji Untuk Ibu-ibu


Al-Qur'an adalah kitab umat Islam, membacanya merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun tak sedikit umat Islam di Indonesia yang belum bisa membaca Al-Qur'an, khususnya di dusun cokrokonteng desa sidoarum kecamatan godean, sleman. Hal ini menjadi perhatian lebih oleh takmir Masjid Baitussalam Cokrokonteng, Sidoarum.

Dalam upayanya memberantas buta huruf Al-Qur'an, takmir masjid baitussalam mengadakan pelatihan membaca Al-Qur'an bagi Ibu-ibu pemula, pelatihan ini dilaksanakan setiap sabtu malam minggu, dari ba'da maghrib sampai waktu isya' tiba, sebanyak 7 orang hadir dalam acara ini, termasuk di dalamnya adalah sang pembimbing.

Memang dalam program ini, antusisme Ibu-ibu belum begitu merata, masih ada Ibu-ibu yang belum bisa membaca Al-Qur'an, tetapi belum hadir dalam program ini, namun begitu, upaya dari Takmir Masjid untuk mengajak umat islam, khususnya di wilayah cokrokonteng tidak akan berhenti, sebab menurut salah satu pengurus Takmir, masih ada cara-cara lain agar dapat menghadirkan mereka ke majelis ilmu (belajar mengaji).




Upaya-upaya itu antara lain adalah mengadakan sayembara, siapa yang dapat membaca Al-Qur'an akan diberi hadiah dari Takmir Masjid. diharapkan, dengan sayembara ini, akan memunculkan semangat yang tinggi bagi Ibu-ibu pemula. dengan kata lain, peserta program belajar mengaji ini semakin banyak diminati Ibu-ibu pemula, dengan begitu, harapannya ibu-ibu yang mengikuti program ini akan segera bisa membaca Al-Qur'an, dan otomatis akan semakin mengurangi tingkat buta huruf Al-Qur'an di sekitar Masjid Baitussalam.

"Pemberian hadiah ini, bukan tujuan utama dari program ini, tetapi yang lebih penting adalah, Ibu-ibu yang belum bisa mengaji, akan terbantu dengan program ini, supaya bisa mengaji", Ujar Ketua Takmir. "Dan semakin banyak yang bisa membaca Al-Qur'an, maka akan semakin makmur masjid ini, dan insya Allah, akan semakin menambah keberkahan", pungkasnya.
Read More